Sabtu, 05 November 2016

Sejarah Ilmu Mantiq Dan Pengertian kata

Assalamualaikum.wr.wb.


hai, para sahabat blogger bagaimana kabarnya hari ini? semoga senantiasa dilindungi oleh Allah swt. baiklah kali ini saya akan berbagi pengertian dan sejarah ilmu mantiq yang tentunya akan di rangkum pada topik hari ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

A.    SEJARAH ILMU MANTIQ
Ilmu mantiq ialah ahli-ahli filsafat yunani kuno sejak abad ke 5 sebelum masehi boleh dikatakan yang pertama kali menggerakan ilmu maniq ialah golongan sofisme perguruannya ataupun letak batu pertamanya ialah soretis kemudian di lengkapi lagi dengan aristoteles. sejarah ilmu mantik, tidak akan lepas dengan Yunani, dimana pada zaman dahulu, Yunani merupakan negara yang penduduknya mayoritas banyak yang dikarunia otak  yang cerdas. Salah satu negara yang terkenal dengan pemikirannya saat itu adalah Anthena, dimana Anthena dijuluki sebagai sumber berbagai macam ilmu. Dan diantara tokoh-tokoh pemikir saat itu adalah Socrates, Plato, Aristoteles, dan masih banyak pemikir yang lainnya. Merekalah para pemikir, dan tokoh-tokoh ilmiyah super kelas dunia, yang tidak ada ilmuan-ilmuan nasional maupun internasional yang tidak mengenal mereka. Akan tetapi khusus untuk Logika atau ilmu Mantik, Arisitoteles-lah guru pertamanya.
            Kecerdasan penduduk Yunani yang pada akhirnya melahirkan kelompok safdatthah(semacam debat kusir yang inginnya hanya menang sendiri, dan maunya menjatuhkan lawan saja). Pemikiran pada saat itu pun semakin berkembang, akan tetapi berpengaruh secara negatif di Yunani. Dimana mereka dengan ketangkasan berdebatya, saling menghujat dan pada akhirnya merusak system tatanan sosial, agama, dan moral dengan cara mengungkapkan pernyatan-pernyataan yang kelihatannya benar, akan tetapi pada dasarnya mereka membuat kesesatan-kesesatan pemikiran, nilai, dan moral. Diantara pernyataan-pernyataan tersebut adalah Kebaikan adalah apa yang anda pandang baik, sedangkan keburukan adalah apa yang anda pandang buruk, dan kebenaran adalah apa yang menurut anda benar dan apa yang diyakini itu salah oleh orang tersbut, maka  itulah yang salah menurut dia”.
            Munculnya pernyataan tersebut, mengakibatkan standar nilai dan norma moral sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya, karena dengan pernyataan tersebut,  seseorang dapat menentukan standar nilai kebaikan dan kebenaran maupun nilai keburukan menurut dirinya sendiri, meskipun hal tersebut bertentangan dengan orang lain. Dengan munculnya pernyatan-pernyatan tersebut, Aristoteles(383-322 SM), berusaha mengalahkan pernyataan-pernyataan tersebut dengan pernyataan-pernyatan yang logis, dan brilian secara ilmiyah. Pernyataan-pernyataan tersebut ia peroleh dari diskudi bersama murid-muridnya. Keberhasilan Aristoteles menyusun tekhnik berfikir ilmiyah secara sistematis beserta hukum-hukumnya, akhirnya mengentarkannya sebagai  guru pertama Logika(Mantik) di dunia dan sampai saat ini. Julukan tersebut memang pas disandakan kepada dia, karena tidak ada yang mendahuluinya dalam menyusun sistem berfikir yang benar, dan logis, secara sistematis dengan mengembil kesimpulan yang benar seperti yang dihasilkannyua itu. Dengan kata lain, keberhasilannya meyusun ilmu tersebut adalah hasil dari usaha pikirannya sendiri.
            Karya-karya Aristoteles tersebut sangat dikagumi pada masanya maupun masa sesudahnya, bahkan Imanul Kant (1724-1804 SM), salah seorang pemikir terbesar bangsa Jerman, mengungkapkan kekagumannya”Logika yang diciptakan Aristotelis itu tidak bisa di tambah walaupun hanya sedikit, karena sudah cukup sempurna”, dismping itu, Plato salah seorang murid Aristoteles(427-347 SM), hanya bisa menambahinya sedikit. Akan tetapi. Disamping banyak yang mengagumi kesenpurnaan Logika yang diciptaka Aristoreles, ada juga yang menyangkalnya dengan alasan yang menurut mereka masuk akal. Diantara mereka adalah, Konsili Nicae(325 M), dia menyatakan menutup pusat-pust pelajaran Falsafah Grik di Anthena (Yunani), Antiokio, dan Roma. Dan pelajaran logika pun dilarang berkembang, kecuali hanya bab-bab tertentu saja, yang dinilai tidak merusak Aqidah Krristiani.
            Munculnya larangan tersebut merupakan pukulan berat sekaligus mematikan bagi filsafat Yunani dan sekaligus logika. Hingga pada akhirnya sejak masa itu hingga hampir 1000 tahun lamanya, alam pemikiran di Barat menjadi padam, hingga terkenal dngan zaman “The Dark Ages”(zaman gelap). Hingga akhirnya pada awal abad ke-7 berkembanglah Agama Islam di Jazirah Arab, hingga pada abad 8 Islam dapat meluas hingga di berbagai daerah, mulai dari barat sampai ke perbatasan Pyrences  dan ke Timur sampai Thian San. Yang menjadi pusat keilmuan pada waktu itu adalah Bahdad dibelahan Timur, dan Cordova dibelahan Barat. Pada saat itu kekhalifahan telah dipimpin oleh khalifah Dinasti Abasiyah, dan pada saat itu pula terjadi penerjemahan secara besar-besaran, yaitu karya-karya ilmiyah yunani dan lain-lainnya diterjemahkan kedalam bahasa Arab,  hingga pada akhirnya zaman itu terkenal dengan Abad terjemahan.
            Dan diantara karya-karya Aristoteles pun ikut diterjemahkan, salah satunya yaitu Logika yang hingga pada akhirnya diberi nama ‘Ilmu Mantiq. Ilmu Mantiq pun akhirnya dipelajari oleh umat islam, sehingga banyak dari mereka yang menjadi pakar ilmu Mantiq. Dan diantara mereka banyak yang menjadi pakar ilmu mantik, mereka juga banyak yang mengembangkan ilmu Mantiq sebagai sarana untuk mengislamisasikan, yaitu dengan mengungkapkan contoh-contoh yang mereka munculkan. Mereka mempelajari ilmu Mantiq tidak hanya untuk mempertajam dan mempercepat daya pikir dan mengembil kesimpulan secara logis dan benar, melainkan juga untuk membantu mereka dalam mengkokohkan hujah-hujah Agamawi, seperti wujud Tuhan, dan kebaharuan alam semesta.
            Dan diantara banyak Ulama’ dan cendekiawan muslim yang terkenal mendalami, menterjemah, serta mengarang dibidang ilmu Mantik, diantaranya adalah: Abdullah Ibn al-Muqaffa’, Ya’qub ibn Ishaq(Al Kindi), Abu Nasr (Al Farubi), Ibnu Sina, Abu Hamid (al Ghazali), Ibnu Rusyd al Qurthubi, dan tentunya masih banyak tokoh-tokoh cendekiawan yang lain. Al Farubi, pada zaman kebangkitan Eropa dari masa gelapnya, malah dijuluki sebagai guru ke2 ilmu Logika. Dan diantara Ulama’ yang sangat terkenal dibidang Ilmu Logika, diantaranya adalah Abu Ali al Haitsam, Abu Abdilah al Khawarizmi, al Tibrizi, Ibnu Bahjah, Al Asmawi, dan al Samarqandi yang terkenal tidak hanya dibelahan timur, tetapi juga dibelah Barat.
            Kemudian setelah zaman kebangkitan tersebut, menyusullah zaman kemunduran Ilmu Mantik, dimana pada masa itu banyak Ulama’-Ulama’ besar yang mennentang Ilmu Mantik, karena dianggap terlalu memuja akal, dan di khawatirkan akan menjadi zindik, ilhad, dan kufur. Diantara Ulama’ tersebut adalah Muhyidin al Nawawi, Ibnu Shalah, Taqiyuddin Ibn Taiymiyah, dan Sadudin al Taftazani. Dan diantara Ulama’ tersebut, bahkan ada yang mengharakan mempelajari Ilmu mantiq, dengan tuduhan akan menjadi kufur. Dampak dari penentangan yang dilakukan Ulama’-Ulama’ tersebut akhirnya mengakibatkan banyak Ulama’ yang tidak memperkenagkan Ilmu Mantiq diajarkan dilembaga-lembaga pendidikan yang mereka asuh.
B.     PENGERTIAN ILMU DAN PENGETAHUAN

Ilmu ialah mengenal sesuatu yang belum dikenal. Bila belum dikenal sampai dapat dikenal itu dari sesuatu yang tunggal,seperti kata-kata jari,padi,kucing,ayam,dan sebagainya, maka ilmu terhadap sesuatu yang tunggal itu merupakan gambaran atau tasawuf.maksudnya ialah bahwa sesuatu benda ataupun hal-hal baru yang belum pernah kita ketahui misalnya, anggota tubuh kita seperti gunanya jari-jari pada tubuh manusia yaitu selain sebagai pelengkap anggota tubuh ternyata berguna juga untuk berbahasa isyarat,selain itu berguna juga sebagai penunjuk arah dan juga sebagai alat peraba.

Menurut prof. KH. M. Thaib thahir abd. Mu’in ilmu adalah mengenal sesuatu yang belum dikenal .Menurut Muhamad Nur Ibrahim mengemukakan ilmu menurut ahli ilmu mantiq, ilmu merupakan pencapain objek yang belum diketahui dengan cara meyakini dan menduga keadaannya bisa sesuai realita.

Ilmu menurut para pakar mantiq, adalah mengerti dengan yakin atau mendekati yakin(zhan) mengenai sesuatu yang belum diketahui. Baik paham itu sesuai dengan realita maupun tidak.

1.      Pembagian ilmu

Telah kita bahas di awal banhwa yang dimaksud tasawur ialah gambaran yang ada pada akal manusia secara langsung dengan sendirinya tanpa membebani dengan sifat atau hokum lain. Tashwur ada dua macam:
– Tashwur yang tampak penisbahan hokum ang berdiri sendiri atau tunggal/mufrad. Tasawwur ini disebut ashawur asli (sadz).

Tashawur ashli meliputi tiga bentuk:
a. Bentuk makna mufrad. Seperti manusia, kayu, batu, besi, dan lain-lain.
b. Bentuk murakkab, idhafah, seperti kebun binatang, sepatu gajah dan lain-lain.
c. Bentuk sifat-sifat murakkab, seperti manusia yang berfikir, hewan yang berakal dan lain-lain.

Tashwur yang mempunyai nisbah hukum yang demikian, disebut tashdiq. Contohnya seperti manusia itu penulis, baunga itu bagus. Yan dimaksud hokum disini ialah tersandarnya sesuatu pada yang lain. bisa berbentuk ijab atau mujabah atau berbentuk salibah.
a.Ilmu tashid
Tashdiq adalah mengetahui hubungan antara kedua mufrad (tashawwur) atau memberi atas suatu hakikat, dengan menetapkan sesuatu padanya atau membandingkan kedua tashawwur agar memberi hukum atas keduanya dengan jelas sesuai atau bertentangan.

Contoh: apabila ada orang yang mengatakan bahwa gunung bromo itu lunak seperti agar-agar atau lembut seperti roti, pasti pikiran kita akan menolak dan menyangkalnya”tidak bisa, gunung bromo tidaklah lunak atau lembut, melainkan keras seperti gunung-gunung yang lainya”.

Jika pemahaman terhadap objek tahu tersebut tidak memerlukan pemikiran mendalam , atau pengertianya dengan mudah dapat dicapai tidak memerlukan pemahaman  yang mendalam , atau pengertianya dengan mudah dapat  dicapai  disebut tashowwur badihi. Sebaliknya , jika pemahaman itu memerlukan pemikiran yang mendalam , disebut tashowur Nazhari.

Demikian pula , jika pemahaman terhadap hubungan dua objek tau yang tunggal (mufrad) tidak memerlukan penalaran yang mendalam , disebut tashdiq badihi ; sedangkan jika memerlukan penalaran yang mendalam atau tidak mudah dipahami kecuali setelah dipikirkan secara mendalam  , disebut tashdiq nazari.Dengan dmikian tashawwur adalah proses pembentukan pengertian (konseptulisasi) sedangkan tashdiq berarti proses pembentukan keputusan (proposisi).
b. Pengertian Pengetahuan
            pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan atau menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau dengan pikiran lain berdasarkan pengalaman yang berulang-ulang tanpa pemahaman mengenai kausalitas (sebab-akibat) yang hakiki dan universal. Sedangkan ilmu (ilmu pengetahuan-pen) adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab akibat) dari suatu objek menurut metode-metode yang merupakan suatu kesatuan sistematis (Soetriono dan Rita Hanafie, 2007).
Menurut Kaplan (1963), seperti dikutip Dedi Supriadi ada semacam criteria of demarcation antara pengetahuan yang telah bersatus ilmu (ilmu pengetahuan) dengan pengetahuan yang semata-mata hanya akal lumrah (common sense). Kriteria tersebut adalah : Ilmu pengetahuan memiliki objek (objek) formal dan material tertentu, sistematika isi dan wilayah studi disebut  disiplin, terbuka, dan memiliki metode-metode tertentu (Dedi Supriadi). Objek formal adalah cara atau sudut pandang. Dari sudut mana objek materi dipandang, dipikirkan , dan ditinjau atau diselidiki. Sudut pandang ini menggambarkan secara umum ruang lingkup dan tujuan studi (Suhartono Suparlan). Sedang objek material objek yang dijadikan sasaran pokok penyelidikan  berupa materi atau materi yang dihadirkan dalam suatu pemikiran dan penelitian (Suparlan Suhartono).
Ilmu pengetahuan merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Ilmu pengetahuan merupakan salah satu dari sekian pengetahuan, dan kadang juga disebut pengetahuan ilmiah (Scientific knowledge) karena metode ini untuk memperolehnya  dilakukan melalui metode ilmiah. Mengacu pada pemahaman dimaksud, maka pengetahuan mencakup pengertian yang lebih luas dari  ilmu pengetahuan. Namun belum dapat disebut sebagai lmu pengetahuan. Dengan demikian, semua ilmu pengetahuan pastilah terdiri  dari pengetahuan, tetapi tidak semua pengetahuan itu disebut ilmu pengetahuan.Sekian penjelasan singkat tentang perbedaan Pengetahuan dan Ilmu pengetahuan, untuk lebih memahami baca juga pengertian ilmu pengetahuan menurut para ahli serta klasifikasi ilmu pengetahuan.
c. Perbedaan antara Ilmu dan Pengetahuan.
         Ilmu ialah mngenal seasuatu yang belum dikenal bila yang belum dikenal itu berasal dari sesuatu yang tunggal, eperti kata-kata jari, padi, kucing, ayam, dan sebagainya, maka ilu trhadap sesuatu yang tunggal itu mrupakan gambaran tasawwuf.
     Sedangka pengetahua adalah hasil dari aktivitas mengetahui, yakni tersingkapnya suatu kenyataan kedalam jiwa hingga tidak ada keragua terhadapnya atau sama halnya deban sesuatu hhal yang sudah pasti dan tidak dapat diraguka lagi. Ketidak ragua in merupkkan syarat mutlak bagi jiwa untuk dapat mengetahui bahwwa bilangan tiga lebih besar dari dua dan lebih kecil dari lima manakala kita yakin akan kenyataan itu.
d. Sumber-sumber ilmu dan pengetahuan
    1). Empiris ; Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan dapat dipercaya oleh akal pikir yang sehat dalam hal ini bahwa sifat empiris mendasarkan diri pada cara kerja deduktif dalam menyusun pengetahuannya preimis-ppremis yang digunakan dalam membuat rumun-rumusan kilmuan harus jelas dan dapat diterima. Aliran atau paham ini sering juga disebut denan paham idealism dan realisme.
   2). Rasionalsme/ pengalaman.
           Aliran ini berpendapat bahwa empiris atau pengalaman yang menjadi salh satu dari sumber pengetahuan, yang berupa pengalaman batiniah ataupn lahiriah aliran ini berfungsi untuk menutupi suatu kelemahan dari aliran rasional yag hanyadapat mengandalkan akal atau pemikiran dalam benuk pengetahuan dalam aliran ini yang digunakan ialah metode induksi.
     3). Intuisi/Pernyataan.
             Ialaj pengetahuan yang diperoleh dari intuisi atau merupakan pngetahuan secara tiba-tiba timbul pada diri seseorang yang melalui proses kejiwan dengan tanpa stimulus mampu uuntuk membuat pernyataan sebagai pengetahuan.
     4).Wahyu / Penyamaian.
             Pngetahua yang berumber dari tuhan melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikannya ( Nani dan Rasul) mellui wahyu atau agama, mnusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang trjangkau ataupun tidak.

C.     Pembagian Kata dalam Makna

a.       Pengerian Kata
   Permasalahan logika yang pertama, tentang satuan terkcil dalam poposisi yaitu kata. Berbeda dengan ilmu bahasa yang menyelidiki kata dari segala aspeknya.Penyelidikan loggika brtujuan mencri pengertian kata da bagaimana penggunaan setpatnya,kata-kata mempunyai beberapa pngertian yaitu

1)      Positif, Negatif, Privatf.
   Suatu kata mempunyai pngertian positif apabilamengandung penegasa aany seutu.Seperti, gemuk, (adanya daging) kaya (adanya harta benda) paai (aanya ilmu) terang(adanyasinar) dan sebagainya.
     Suatu kata mempunyai pengerti negative apabila diawai dngan salah satu dari, tidak,tak,non atau bukan . Sepeti; tidak gemuk, tidak krus,tidak kaya dsb.
     Suatu kata mempunyai pengertian privative apabila engandung makna tidak, adanya ssut, seerti kurus 9tidak ada daging) bodoh (idak adanya imu) miskin 9tiak adanya harta. 
        2). Universal,Partikuar,Singular dan Kolektif
               Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila iamenikat keseluruhan bawahannya tapa terkecuali seperti;Rumah, kursi, hewan,tumbuhan,manusia an sebagainya . Dimaksud rumah adalah keseluruhan rumah tanpa kecliuali ; rumah kita, rumah tetangga, rumah kayu, dll.
            Suatu kata mempunyai pengertian particular apabila ia mengikut bawahan yang banyak, tetapi tidak mencakup keseluruhan anggota yang diikatnya, kata manusia adalah universal. Tapi apabila sudah dibatasi berapa banyak pun maka akan mempuyai pengertian particular. Seperti sebagian manusia, beberapa manusia, ada manusia, banyak manusia, tidak semua manusia, sebagian besar manusia.
            Jika pada kata universal anggota yang dikaitnya adalah banyak tidak terbatas, maka pada kata singular adalah sebaliknya. Kata yang mmpunyai pengertian singular dapat dibedakan menjadi:
a).nama unik, yaitu nama memberi identitas berikut keterangan atau penjelasan suatu obyek, misalnya: presiden Indonesia yang kedua, sungai terpanjang didunia, dekan fakultas.
b).nama dirin yaitu nama ang diberikan kepada orang atau barang untuk tujuan identifikasi, seperti: hasan, Fatimah, kusen, serayu, Himalaya, sahid hotel taman mini Indonesia indah dan sebagainya.
            Suatu kata yang mempunyai kolektif apabila ia mengikat sejumlah barang yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk suatu kesatuan, seperti: regu, tim, kesebelasan, panitia dewan, kata yang mempunyai pengertian kolektif adalah seluruh yang terikat, bukan individunya.
        3.Konkret dan abstrak
            Suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia mennjuk kepada suatu benda, orang apa saja yang mempunyai ekstensi tertentu seperti buku, kursi, rumah, kuda, hasan. Suatu kata mempunyai pengertian abstrak apabila ia menunjuk kepada sifat, keadaan, kegiatan, yang dilepas dari obyek tertentu seperti kesehatan, kebodohan, kekayaan, kepandaian.
            Ternyata ada beberapa kata yang bermakna konkret pada suatu saat dan bermakna abstrak pada saat lain. Hal ini terjadi menurut penggunaannya, ‘orang jawa’ jika dimaksud adalah sekelompok manusia yang tinggal dijawa timur, jawa tengah, dan jawa barat. Ia bermakna konkret tetapi bila dimaksud adalah cara dan sikap mereka hidup menjadi abstrak. Dibawah ini kata-kata itu bermakna abstrak:
-kebaikan adalah perbuatan yang sangat diharapka kekayaan adalah membuat orang lupa kepada tuhan
-sedangkan pada pernyataan-pernyataan berikut, kata-kata ini menjadi konkret
-kebaikan tuan kemarin tidak mungkin terlupakan kekayaan onasis bernilai milyaran dolaroo o  iffif.
 4.Mutlak dan Relatif
       Suatu kata mempunyai pengertian mutlak apabila iadapat dipahami dengan sendirinya tanpa membuthkn dengan benda lain seperti, buku, rumah, kuda.
    Ia mempunyai pengertian relatif apabila tdak dapat dipahami dengan sendirinya, tetapi harus ada hubungannya dengan benda lain seperti, ayah, pemimpin, suami, kakak, kakek dll.
5. Univok, Ekuivok dan Analog.
    Univok adalah kata yang mempunyai satu makna, yang jelas tidak membingungkan seperti, Pulpen,Pensil, botol, kursi dll.
  Epivok adalah kata yang mengandung lbih dari satsepertibunga, bulan, buku. Bunga bisa bermakna tanaman ia jugatambahan nilai dari sejumlahuang, bulan juga bisa bermakna plane.Bisa juga panjang waktu yang jumlahnya 30 hari. Contoh berikut akan memperjelas masing-masing makna itu.
   Kebanyakan wanita menyukai bunga (tanaman) uangku bertamba karena mendapatkan bunga dua pulh lima.
   Analog adalah kata yang dalam pemakaianya mempunyai makna bebeda dengan makna aslinya tetapi masih mempunyai persmaa juga .Contoh ,Bunga itu merupakan bagian tanaman yang paling indah waktu muda ia adalah bunga di desa ini.
6. Bermaka dan tak Bermakna.
   Jika kita selidki, setiap kata universal, selalu mempunyai dua macam pengertiin yaitu,
       a). pengertian manusia adalah kata yang tidak diberikan kepada sembarang benda, tetapi kepada sesuatu yang mempunyai sifat-sifat tertent. Brdasarkan sifat ertentu itulah kita dapat mengetahu makhluk bernama manusia.
      b). Barang yang dicakup oleh kata manusia yakni hasan, budi,joni , manusia kulit kuning, manusia kulit putih dll.
  Adapun kata tidak bermaka adalah kata yang tidak memiliki pengerta yng dapat diterima akal dan dan indera misalnya Gathot kaca, Kuda Semberani, Nui Roro Kidul. Namun tidak semua kata yang tidak dapat dijangkau oelh indera adalah kata tidak bermakna , sperti Malaikat, Jin, setan .

B. Kata Sebagai Predika
     1. Genus
      2. Differentia
      3. Spesia


C.     Khulliyah Al-khamsah


  1.   Genus (jenis,jins)
       
Adalah term yang mempunyai bawahan banyak dan berbeda –beda, tetapi kesemuanya mempunyai sifat yang beda itu. Dengan kata lain jenis adalah term yang menyatakan hakikat. Suatu barang tetai sebagian saja, belum melukiskan hakikat yang sempurna. Kuda, kerbau, gajah, kera, burung, manusia, adalah berbeda tetapi kesemuanya tetapi memiliki sifat persamaan yang tidak bisa dilepaskan dari masing-masing nama itu yaitu sifat kebinatangan. Jadi kata binatang adalah jenis. Term ‘binatang’ belum memberikan pengertian secara sempurna tentang suatu kata seperti manusia adalah binatang. Ia telah menyebutkan manusia tetapi belum seluruhnya.
          Ahli logika kuno membagi kenyataan material menjadi tiga jenis, yaitu jenis tinggi. Jenis menengah dan jenis rendah.
           Jenis tinggi di sebut juga jenis juh atau jenis dari semua jenis : dikatakan demikian karena tidak ada lagi jenis di atasnya atau yang lebih umum. Tetapi mempunyai jenis bawahan yang lebih khusus subtansinya adalah jenis tinggi  dan padanya tercakup semua jenis.
                  
Jenis rendah dan jenis dekat adalah jenis yang diatasnya pada jenis-jenis tetapi tidak mempunyai bawahan jenis.
-         
Jenis tinggi=  subtansinya
-          Perbedaan jenis=benda berbentuk dan tidak berbentuk

-          Jenis antaranya=benda berbentuk

-          Perbedaan jenis=benda berbentuk yang hidup dan benda hidup tidak berbentuk

-          Jenis antara= benda berbentuk yang hidup

-          Perbedaan jenis= benda hidup yang mempunyai indra dan benda hidup tak mempunyai indra.

-          Jenis rendah= hewan

-          Perbedaan jenis=hewan berakal dan tidak berakal

-          Bangsa= manusia

2. Spesia (kelas, nau’)

            Adalah term yang menunjukan hakikat yang berlainan tetapi sama-sama terkait dalam satu jenis. Manusia,kuda, lembu, kerbau adalah spesia. Jenisnya adalah binatang.

            Segitiga adalah spesia. Jenisnya adalah bidang datar yang membedakan segitiga dari bentuk bidang datar lainnya (segi empat, segi lima, segi enam) adalah  kenyataan di batasnya. Oleh tiga garis ini merupakan sifat pembeda.

3.  Differensia (sifat pembeda)
           
            adalah term yang membedakan satu hakikat dengan hakikat lain yang sama-sama terikat dalam satu jenis. Manusia adalah binatang yang berpikir binatang adalah jenis: manusia adalah spesia dari  binatang yang membedakan manusia dari barang lain yang tercakup dalam binatang(kuda,lembu,kerbau) adalah sifat berpikir pada manusia inilah yang disebut differensia.

4.  Propia (sifat khusus, al-khamsah)

            Adalah term yang menyatakan sifat hakikat dari suatu spesia sebagai akibat dari sifat pembeda yang di milikinya. Sifat pembeda yang dimiliki manusia adalah berpikir. Dari sifat berpikir inilah timbl sifat-sifat khusus seperti kawin, membentuk pemerintahan, membuat lembaga, berpakaian mengembangkan budaya


5. Accidentia (sifat umum, al-arad)


            Adalah term yang menunjukan sifat yang tidak harus dimiliki oleh satu spesia seperti gemuk,kurus,pandai, ceroboh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Dunia semakin maju, teknologi semakin canggih dan sistem perdagangan pun semakin banyak, sema...