Assalamualaikum.wr.wb.
hai, para sahabat blogger bagaimana kabarnya hari ini? semoga senantiasa dilindungi oleh Allah swt. baiklah kali ini saya akan berbagi pengertian dan sejarah ilmu mantiq yang tentunya akan di rangkum pada topik hari ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
A. SEJARAH
ILMU MANTIQ
Ilmu
mantiq ialah ahli-ahli filsafat yunani kuno sejak abad ke 5 sebelum masehi
boleh dikatakan yang pertama kali menggerakan ilmu maniq ialah golongan sofisme
perguruannya ataupun letak batu pertamanya ialah soretis kemudian di lengkapi
lagi dengan aristoteles. sejarah ilmu mantik, tidak akan lepas dengan Yunani,
dimana pada zaman dahulu, Yunani merupakan negara yang penduduknya mayoritas
banyak yang dikarunia otak yang cerdas. Salah satu negara yang terkenal
dengan pemikirannya saat itu adalah Anthena, dimana Anthena dijuluki sebagai
sumber berbagai macam ilmu. Dan diantara tokoh-tokoh pemikir saat itu adalah
Socrates, Plato, Aristoteles, dan masih banyak pemikir yang lainnya. Merekalah
para pemikir, dan tokoh-tokoh ilmiyah super kelas dunia, yang tidak ada ilmuan-ilmuan
nasional maupun internasional yang tidak mengenal mereka. Akan tetapi khusus
untuk Logika atau ilmu Mantik, Arisitoteles-lah guru pertamanya.
Kecerdasan penduduk Yunani yang pada akhirnya melahirkan kelompok safdatthah(semacam debat kusir
yang inginnya hanya menang sendiri, dan maunya menjatuhkan lawan saja).
Pemikiran pada saat itu pun semakin berkembang, akan tetapi berpengaruh secara
negatif di Yunani. Dimana mereka dengan ketangkasan berdebatya, saling
menghujat dan pada akhirnya merusak system tatanan sosial, agama, dan moral
dengan cara mengungkapkan pernyatan-pernyataan yang kelihatannya benar, akan
tetapi pada dasarnya mereka membuat kesesatan-kesesatan pemikiran, nilai, dan
moral. Diantara pernyataan-pernyataan tersebut adalah” Kebaikan adalah apa yang anda pandang baik, sedangkan keburukan
adalah apa yang anda pandang buruk, dan kebenaran adalah apa yang menurut anda
benar dan apa yang diyakini itu salah oleh orang tersbut, maka itulah
yang salah menurut dia”.
Munculnya pernyataan tersebut, mengakibatkan standar nilai dan norma moral
sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya, karena dengan pernyataan
tersebut, seseorang dapat menentukan standar nilai kebaikan dan kebenaran
maupun nilai keburukan menurut dirinya sendiri, meskipun hal tersebut
bertentangan dengan orang lain. Dengan munculnya pernyatan-pernyatan tersebut,
Aristoteles(383-322 SM), berusaha mengalahkan pernyataan-pernyataan tersebut
dengan pernyataan-pernyatan yang logis, dan brilian secara ilmiyah.
Pernyataan-pernyataan tersebut ia peroleh dari diskudi bersama murid-muridnya.
Keberhasilan Aristoteles menyusun tekhnik berfikir ilmiyah secara sistematis
beserta hukum-hukumnya, akhirnya mengentarkannya sebagai guru pertama
Logika(Mantik) di dunia dan sampai saat ini. Julukan tersebut memang pas
disandakan kepada dia, karena tidak ada yang mendahuluinya dalam menyusun
sistem berfikir yang benar, dan logis, secara sistematis dengan mengembil
kesimpulan yang benar seperti yang dihasilkannyua itu. Dengan kata lain,
keberhasilannya meyusun ilmu tersebut adalah hasil dari usaha pikirannya
sendiri.
Karya-karya Aristoteles tersebut sangat dikagumi pada masanya maupun masa
sesudahnya, bahkan Imanul Kant (1724-1804 SM), salah seorang pemikir terbesar
bangsa Jerman, mengungkapkan kekagumannya”Logika yang diciptakan Aristotelis itu tidak bisa di tambah walaupun
hanya sedikit, karena sudah cukup sempurna”, dismping itu, Plato
salah seorang murid Aristoteles(427-347 SM), hanya bisa menambahinya sedikit.
Akan tetapi. Disamping banyak yang mengagumi kesenpurnaan Logika yang diciptaka
Aristoreles, ada juga yang menyangkalnya dengan alasan yang menurut mereka
masuk akal. Diantara mereka adalah, Konsili Nicae(325 M), dia menyatakan
menutup pusat-pust pelajaran Falsafah Grik di Anthena (Yunani), Antiokio, dan
Roma. Dan pelajaran logika pun dilarang berkembang, kecuali hanya
bab-bab tertentu saja, yang dinilai tidak merusak Aqidah Krristiani.
Munculnya
larangan tersebut merupakan pukulan berat sekaligus mematikan bagi filsafat
Yunani dan sekaligus logika. Hingga pada akhirnya sejak masa itu hingga hampir
1000 tahun lamanya, alam pemikiran di Barat menjadi padam, hingga terkenal
dngan zaman “The Dark Ages”(zaman
gelap). Hingga akhirnya pada awal abad ke-7 berkembanglah Agama Islam di
Jazirah Arab, hingga pada abad 8 Islam dapat meluas hingga di berbagai daerah,
mulai dari barat sampai ke perbatasan Pyrences dan ke Timur sampai Thian
San. Yang menjadi pusat keilmuan pada waktu itu adalah Bahdad dibelahan Timur,
dan Cordova dibelahan Barat. Pada saat itu kekhalifahan telah dipimpin oleh
khalifah Dinasti Abasiyah, dan pada saat itu pula terjadi penerjemahan secara
besar-besaran, yaitu karya-karya ilmiyah yunani dan lain-lainnya diterjemahkan
kedalam bahasa Arab, hingga pada akhirnya zaman itu terkenal dengan Abad
terjemahan.
Dan diantara karya-karya Aristoteles pun ikut diterjemahkan, salah satunya
yaitu Logika yang hingga pada akhirnya diberi nama ‘Ilmu Mantiq. Ilmu Mantiq
pun akhirnya dipelajari oleh umat islam, sehingga banyak dari mereka yang
menjadi pakar ilmu Mantiq. Dan diantara mereka banyak yang menjadi pakar ilmu
mantik, mereka juga banyak yang mengembangkan ilmu Mantiq sebagai sarana untuk
mengislamisasikan, yaitu dengan mengungkapkan contoh-contoh yang mereka
munculkan. Mereka mempelajari ilmu Mantiq tidak hanya untuk mempertajam dan
mempercepat daya pikir dan mengembil kesimpulan secara logis dan benar,
melainkan juga untuk membantu mereka dalam mengkokohkan hujah-hujah Agamawi,
seperti wujud Tuhan, dan kebaharuan alam semesta.
Dan diantara banyak Ulama’ dan cendekiawan muslim yang terkenal mendalami,
menterjemah, serta mengarang dibidang ilmu Mantik, diantaranya adalah: Abdullah
Ibn al-Muqaffa’, Ya’qub ibn Ishaq(Al Kindi), Abu Nasr (Al Farubi), Ibnu Sina,
Abu Hamid (al Ghazali), Ibnu Rusyd al Qurthubi, dan tentunya masih banyak
tokoh-tokoh cendekiawan yang lain. Al Farubi, pada zaman kebangkitan Eropa dari
masa gelapnya, malah dijuluki sebagai guru ke2 ilmu Logika. Dan diantara Ulama’
yang sangat terkenal dibidang Ilmu Logika, diantaranya adalah Abu Ali al
Haitsam, Abu Abdilah al Khawarizmi, al Tibrizi, Ibnu Bahjah, Al Asmawi, dan al
Samarqandi yang terkenal tidak hanya dibelahan timur, tetapi juga dibelah
Barat.
Kemudian setelah zaman kebangkitan tersebut, menyusullah zaman kemunduran Ilmu
Mantik, dimana pada masa itu banyak Ulama’-Ulama’ besar yang mennentang Ilmu
Mantik, karena dianggap terlalu memuja akal, dan di khawatirkan akan menjadi
zindik, ilhad, dan kufur. Diantara Ulama’ tersebut adalah Muhyidin al Nawawi,
Ibnu Shalah, Taqiyuddin Ibn Taiymiyah, dan Sadudin al Taftazani. Dan diantara
Ulama’ tersebut, bahkan ada yang mengharakan mempelajari Ilmu mantiq, dengan
tuduhan akan menjadi kufur. Dampak dari penentangan yang dilakukan
Ulama’-Ulama’ tersebut akhirnya mengakibatkan banyak Ulama’ yang tidak
memperkenagkan Ilmu Mantiq diajarkan dilembaga-lembaga pendidikan yang mereka
asuh.
B. PENGERTIAN
ILMU DAN PENGETAHUAN
Ilmu ialah mengenal sesuatu yang
belum dikenal. Bila belum dikenal sampai dapat dikenal itu dari sesuatu yang
tunggal,seperti kata-kata jari,padi,kucing,ayam,dan sebagainya, maka ilmu
terhadap sesuatu yang tunggal itu merupakan gambaran atau tasawuf.maksudnya
ialah bahwa sesuatu benda ataupun hal-hal baru yang belum pernah kita ketahui
misalnya, anggota tubuh kita seperti gunanya jari-jari pada tubuh manusia yaitu
selain sebagai pelengkap anggota tubuh ternyata berguna juga untuk berbahasa
isyarat,selain itu berguna juga sebagai penunjuk arah dan juga sebagai alat
peraba.
Menurut prof. KH. M. Thaib thahir
abd. Mu’in ilmu adalah mengenal sesuatu yang belum dikenal .Menurut Muhamad Nur
Ibrahim mengemukakan ilmu menurut ahli ilmu mantiq, ilmu merupakan pencapain
objek yang belum diketahui dengan cara meyakini dan menduga keadaannya bisa
sesuai realita.
Ilmu menurut para pakar mantiq,
adalah mengerti dengan yakin atau mendekati yakin(zhan) mengenai sesuatu yang
belum diketahui. Baik paham itu sesuai dengan realita maupun tidak.
1. Pembagian
ilmu
Telah kita bahas di
awal banhwa yang dimaksud tasawur ialah gambaran yang ada pada akal manusia
secara langsung dengan sendirinya tanpa membebani dengan sifat atau hokum lain.
Tashwur ada dua macam:
– Tashwur yang
tampak penisbahan hokum ang berdiri sendiri atau tunggal/mufrad. Tasawwur ini
disebut ashawur asli (sadz).
Tashawur ashli meliputi tiga bentuk:
a. Bentuk makna mufrad. Seperti manusia, kayu,
batu, besi, dan lain-lain.
b. Bentuk murakkab, idhafah, seperti kebun
binatang, sepatu gajah dan lain-lain.
c. Bentuk sifat-sifat murakkab, seperti manusia
yang berfikir, hewan yang berakal dan lain-lain.
Tashwur yang mempunyai nisbah hukum
yang demikian, disebut tashdiq. Contohnya seperti manusia itu penulis, baunga
itu bagus. Yan dimaksud hokum disini ialah tersandarnya sesuatu pada yang lain.
bisa berbentuk ijab atau mujabah atau berbentuk salibah.
a.Ilmu tashid
Tashdiq adalah mengetahui hubungan
antara kedua mufrad (tashawwur) atau memberi atas suatu hakikat, dengan
menetapkan sesuatu padanya atau membandingkan kedua tashawwur agar memberi
hukum atas keduanya dengan jelas sesuai atau bertentangan.
Contoh: apabila ada orang yang
mengatakan bahwa gunung bromo itu lunak seperti agar-agar atau lembut seperti
roti, pasti pikiran kita akan menolak dan menyangkalnya”tidak bisa, gunung
bromo tidaklah lunak atau lembut, melainkan keras seperti gunung-gunung yang
lainya”.
Jika pemahaman terhadap objek tahu
tersebut tidak memerlukan pemikiran mendalam , atau pengertianya dengan mudah
dapat dicapai tidak memerlukan pemahaman
yang mendalam , atau pengertianya dengan mudah dapat dicapai
disebut tashowwur badihi. Sebaliknya , jika pemahaman itu memerlukan
pemikiran yang mendalam , disebut tashowur Nazhari.
Demikian pula , jika pemahaman
terhadap hubungan dua objek tau yang tunggal (mufrad) tidak memerlukan
penalaran yang mendalam , disebut tashdiq badihi ; sedangkan jika memerlukan
penalaran yang mendalam atau tidak mudah dipahami kecuali setelah dipikirkan
secara mendalam , disebut tashdiq nazari.Dengan
dmikian tashawwur adalah proses pembentukan pengertian (konseptulisasi)
sedangkan tashdiq berarti proses pembentukan keputusan (proposisi).
b. Pengertian
Pengetahuan
pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan atau
menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau dengan pikiran lain berdasarkan
pengalaman yang berulang-ulang tanpa pemahaman mengenai kausalitas
(sebab-akibat) yang hakiki dan universal. Sedangkan ilmu (ilmu pengetahuan-pen)
adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab
akibat) dari suatu objek menurut metode-metode yang merupakan suatu kesatuan
sistematis (Soetriono dan Rita Hanafie, 2007).
Menurut
Kaplan (1963), seperti dikutip Dedi Supriadi ada semacam criteria of
demarcation antara pengetahuan yang telah bersatus ilmu (ilmu pengetahuan)
dengan pengetahuan yang semata-mata hanya akal lumrah (common sense). Kriteria
tersebut adalah : Ilmu pengetahuan memiliki objek (objek) formal dan material
tertentu, sistematika isi dan wilayah studi disebut disiplin, terbuka, dan memiliki metode-metode
tertentu (Dedi Supriadi). Objek formal adalah cara atau sudut pandang. Dari
sudut mana objek materi dipandang, dipikirkan , dan ditinjau atau diselidiki.
Sudut pandang ini menggambarkan secara umum ruang lingkup dan tujuan studi
(Suhartono Suparlan). Sedang objek material objek yang dijadikan sasaran pokok
penyelidikan berupa materi atau materi
yang dihadirkan dalam suatu pemikiran dan penelitian (Suparlan Suhartono).
Ilmu
pengetahuan merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu.
Ilmu pengetahuan merupakan salah satu dari sekian pengetahuan, dan kadang juga
disebut pengetahuan ilmiah (Scientific knowledge) karena metode ini untuk
memperolehnya dilakukan melalui metode
ilmiah. Mengacu pada pemahaman dimaksud, maka pengetahuan mencakup pengertian
yang lebih luas dari ilmu pengetahuan.
Namun belum dapat disebut sebagai lmu pengetahuan. Dengan demikian, semua ilmu
pengetahuan pastilah terdiri dari
pengetahuan, tetapi tidak semua pengetahuan itu disebut ilmu pengetahuan.Sekian
penjelasan singkat tentang perbedaan Pengetahuan dan Ilmu pengetahuan, untuk
lebih memahami baca juga pengertian ilmu pengetahuan menurut para ahli serta
klasifikasi ilmu pengetahuan.
c. Perbedaan antara
Ilmu dan Pengetahuan.
Ilmu ialah mngenal seasuatu yang belum
dikenal bila yang belum dikenal itu berasal dari sesuatu yang tunggal, eperti
kata-kata jari, padi, kucing, ayam, dan sebagainya, maka ilu trhadap sesuatu
yang tunggal itu mrupakan gambaran tasawwuf.
Sedangka pengetahua adalah hasil dari
aktivitas mengetahui, yakni tersingkapnya suatu kenyataan kedalam jiwa hingga
tidak ada keragua terhadapnya atau sama halnya deban sesuatu hhal yang sudah
pasti dan tidak dapat diraguka lagi. Ketidak ragua in merupkkan syarat mutlak
bagi jiwa untuk dapat mengetahui bahwwa bilangan tiga lebih besar dari dua dan
lebih kecil dari lima manakala kita yakin akan kenyataan itu.
d. Sumber-sumber ilmu
dan pengetahuan
1). Empiris ; Aliran ini berpendapat bahwa
sumber pengetahuan yang mencukupi dan dapat dipercaya oleh akal pikir yang
sehat dalam hal ini bahwa sifat empiris mendasarkan diri pada cara kerja
deduktif dalam menyusun pengetahuannya preimis-ppremis yang digunakan dalam
membuat rumun-rumusan kilmuan harus jelas dan dapat diterima. Aliran atau paham
ini sering juga disebut denan paham idealism dan realisme.
2). Rasionalsme/ pengalaman.
Aliran ini berpendapat bahwa empiris
atau pengalaman yang menjadi salh satu dari sumber pengetahuan, yang berupa
pengalaman batiniah ataupn lahiriah aliran ini berfungsi untuk menutupi suatu
kelemahan dari aliran rasional yag hanyadapat mengandalkan akal atau pemikiran
dalam benuk pengetahuan dalam aliran ini yang digunakan ialah metode induksi.
3). Intuisi/Pernyataan.
Ialaj pengetahuan yang diperoleh
dari intuisi atau merupakan pngetahuan secara tiba-tiba timbul pada diri seseorang
yang melalui proses kejiwan dengan tanpa stimulus mampu uuntuk membuat
pernyataan sebagai pengetahuan.
4).Wahyu / Penyamaian.
Pngetahua yang berumber dari tuhan
melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikannya ( Nani dan Rasul) mellui
wahyu atau agama, mnusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang
trjangkau ataupun tidak.
C. Pembagian
Kata dalam Makna
a.
Pengerian Kata
Permasalahan logika yang pertama, tentang
satuan terkcil dalam poposisi yaitu kata. Berbeda dengan ilmu bahasa yang
menyelidiki kata dari segala aspeknya.Penyelidikan loggika brtujuan mencri
pengertian kata da bagaimana penggunaan setpatnya,kata-kata mempunyai beberapa
pngertian yaitu
1)
Positif, Negatif, Privatf.
Suatu kata mempunyai pngertian positif
apabilamengandung penegasa aany seutu.Seperti, gemuk, (adanya daging) kaya
(adanya harta benda) paai (aanya ilmu) terang(adanyasinar) dan sebagainya.
Suatu kata mempunyai pengerti negative
apabila diawai dngan salah satu dari, tidak,tak,non atau bukan . Sepeti; tidak
gemuk, tidak krus,tidak kaya dsb.
Suatu kata mempunyai pengertian privative apabila engandung makna tidak,
adanya ssut, seerti kurus 9tidak ada daging) bodoh (idak adanya imu) miskin
9tiak adanya harta.
2).
Universal,Partikuar,Singular dan Kolektif
Suatu kata mempunyai pengertian universal
apabila iamenikat keseluruhan bawahannya tapa terkecuali seperti;Rumah, kursi,
hewan,tumbuhan,manusia an sebagainya . Dimaksud rumah adalah keseluruhan rumah
tanpa kecliuali ; rumah kita, rumah tetangga, rumah kayu, dll.
Suatu kata mempunyai pengertian
particular apabila ia mengikut bawahan yang banyak, tetapi tidak mencakup
keseluruhan anggota yang diikatnya, kata manusia adalah universal. Tapi apabila
sudah dibatasi berapa banyak pun maka akan mempuyai pengertian particular.
Seperti sebagian manusia, beberapa manusia, ada manusia, banyak manusia, tidak
semua manusia, sebagian besar manusia.
Jika pada kata universal anggota
yang dikaitnya adalah banyak tidak terbatas, maka pada kata singular adalah
sebaliknya. Kata yang mmpunyai pengertian singular dapat dibedakan menjadi:
a).nama
unik, yaitu nama memberi identitas berikut keterangan atau penjelasan suatu
obyek, misalnya: presiden Indonesia yang kedua, sungai terpanjang didunia,
dekan fakultas.
b).nama
dirin yaitu nama ang diberikan kepada orang atau barang untuk tujuan
identifikasi, seperti: hasan, Fatimah, kusen, serayu, Himalaya, sahid hotel
taman mini Indonesia indah dan sebagainya.
Suatu kata yang mempunyai kolektif
apabila ia mengikat sejumlah barang yang mempunyai persamaan fungsi yang
membentuk suatu kesatuan, seperti: regu, tim, kesebelasan, panitia dewan, kata
yang mempunyai pengertian kolektif adalah seluruh yang terikat, bukan
individunya.
3.Konkret dan abstrak
Suatu kata mempunyai pengertian
konkret apabila ia mennjuk kepada suatu benda, orang apa saja yang mempunyai
ekstensi tertentu seperti buku, kursi, rumah, kuda, hasan. Suatu kata mempunyai
pengertian abstrak apabila ia menunjuk kepada sifat, keadaan, kegiatan, yang
dilepas dari obyek tertentu seperti kesehatan, kebodohan, kekayaan, kepandaian.
Ternyata ada beberapa kata yang
bermakna konkret pada suatu saat dan bermakna abstrak pada saat lain. Hal ini
terjadi menurut penggunaannya, ‘orang jawa’ jika dimaksud adalah sekelompok
manusia yang tinggal dijawa timur, jawa tengah, dan jawa barat. Ia bermakna
konkret tetapi bila dimaksud adalah cara dan sikap mereka hidup menjadi
abstrak. Dibawah ini kata-kata itu bermakna abstrak:
-kebaikan
adalah perbuatan yang sangat diharapka kekayaan adalah membuat orang lupa
kepada tuhan
-sedangkan
pada pernyataan-pernyataan berikut, kata-kata ini menjadi konkret
-kebaikan
tuan kemarin tidak mungkin terlupakan kekayaan onasis bernilai milyaran dolaroo
o iffif.
4.Mutlak dan Relatif
Suatu kata mempunyai pengertian mutlak
apabila iadapat dipahami dengan sendirinya tanpa membuthkn dengan benda lain
seperti, buku, rumah, kuda.
Ia mempunyai pengertian relatif apabila
tdak dapat dipahami dengan sendirinya, tetapi harus ada hubungannya dengan
benda lain seperti, ayah, pemimpin, suami, kakak, kakek dll.
5.
Univok, Ekuivok dan Analog.
Univok adalah kata yang mempunyai satu
makna, yang jelas tidak membingungkan seperti, Pulpen,Pensil, botol, kursi dll.
Epivok adalah kata yang mengandung lbih dari
satsepertibunga, bulan, buku. Bunga bisa bermakna tanaman ia jugatambahan nilai
dari sejumlahuang, bulan juga bisa bermakna plane.Bisa juga panjang waktu yang
jumlahnya 30 hari. Contoh berikut akan memperjelas masing-masing makna itu.
Kebanyakan wanita menyukai bunga (tanaman)
uangku bertamba karena mendapatkan bunga dua pulh lima.
Analog adalah kata yang dalam pemakaianya
mempunyai makna bebeda dengan makna aslinya tetapi masih mempunyai persmaa juga
.Contoh ,Bunga itu merupakan bagian tanaman yang paling indah waktu muda ia
adalah bunga di desa ini.
6.
Bermaka dan tak Bermakna.
Jika kita selidki, setiap kata universal,
selalu mempunyai dua macam pengertiin yaitu,
a). pengertian manusia adalah kata yang
tidak diberikan kepada sembarang benda, tetapi kepada sesuatu yang mempunyai
sifat-sifat tertent. Brdasarkan sifat ertentu itulah kita dapat mengetahu
makhluk bernama manusia.
b). Barang yang dicakup oleh kata manusia
yakni hasan, budi,joni , manusia kulit kuning, manusia kulit putih dll.
Adapun kata tidak bermaka adalah kata yang
tidak memiliki pengerta yng dapat diterima akal dan dan indera misalnya Gathot
kaca, Kuda Semberani, Nui Roro Kidul. Namun tidak semua kata yang tidak dapat
dijangkau oelh indera adalah kata tidak bermakna , sperti Malaikat, Jin, setan
.
B.
Kata Sebagai Predika
1. Genus
2. Differentia
3. Spesia
C. Khulliyah
Al-khamsah
- Genus (jenis,jins)
Adalah term yang mempunyai
bawahan banyak dan berbeda –beda, tetapi kesemuanya mempunyai sifat yang beda
itu. Dengan kata lain jenis adalah term yang menyatakan hakikat. Suatu barang
tetai sebagian saja, belum melukiskan hakikat yang sempurna. Kuda, kerbau,
gajah, kera, burung, manusia, adalah berbeda tetapi kesemuanya tetapi memiliki
sifat persamaan yang tidak bisa dilepaskan dari masing-masing nama itu yaitu
sifat kebinatangan. Jadi kata binatang adalah jenis. Term ‘binatang’ belum
memberikan pengertian secara sempurna tentang suatu kata seperti manusia adalah
binatang. Ia telah menyebutkan manusia tetapi belum seluruhnya.
Ahli logika kuno membagi
kenyataan material menjadi tiga jenis, yaitu jenis tinggi. Jenis menengah dan
jenis rendah.
Jenis tinggi di sebut juga
jenis juh atau jenis dari semua jenis : dikatakan demikian karena tidak ada
lagi jenis di atasnya atau yang lebih umum. Tetapi mempunyai jenis bawahan yang
lebih khusus subtansinya adalah jenis tinggi
dan padanya tercakup semua jenis.
Jenis rendah dan jenis dekat
adalah jenis yang diatasnya pada jenis-jenis tetapi tidak mempunyai bawahan
jenis.
-
Jenis tinggi= subtansinya
-
Perbedaan jenis=benda berbentuk dan
tidak berbentuk
-
Jenis antaranya=benda berbentuk
-
Perbedaan jenis=benda berbentuk yang
hidup dan benda hidup tidak berbentuk
-
Jenis antara= benda berbentuk yang hidup
-
Perbedaan jenis= benda hidup yang
mempunyai indra dan benda hidup tak mempunyai indra.
-
Jenis rendah= hewan
-
Perbedaan jenis=hewan berakal dan tidak
berakal
-
Bangsa= manusia
2. Spesia
(kelas, nau’)
Adalah term yang menunjukan hakikat
yang berlainan tetapi sama-sama terkait dalam satu jenis. Manusia,kuda, lembu,
kerbau adalah spesia. Jenisnya adalah binatang.
Segitiga adalah spesia. Jenisnya
adalah bidang datar yang membedakan segitiga dari bentuk bidang datar lainnya
(segi empat, segi lima, segi enam) adalah
kenyataan di batasnya. Oleh tiga garis ini merupakan sifat pembeda.
3. Differensia
(sifat pembeda)
adalah term yang membedakan satu
hakikat dengan hakikat lain yang sama-sama terikat dalam satu jenis. Manusia
adalah binatang yang berpikir binatang adalah jenis: manusia adalah spesia
dari binatang yang membedakan manusia
dari barang lain yang tercakup dalam binatang(kuda,lembu,kerbau) adalah sifat
berpikir pada manusia inilah yang disebut differensia.
4. Propia
(sifat khusus, al-khamsah)
Adalah term yang menyatakan sifat
hakikat dari suatu spesia sebagai akibat dari sifat pembeda yang di milikinya.
Sifat pembeda yang dimiliki manusia adalah berpikir. Dari sifat berpikir inilah
timbl sifat-sifat khusus seperti kawin, membentuk pemerintahan, membuat
lembaga, berpakaian mengembangkan budaya
5. Accidentia
(sifat umum, al-arad)
Adalah term yang menunjukan sifat
yang tidak harus dimiliki oleh satu spesia seperti gemuk,kurus,pandai, ceroboh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar