kejadian 1 bulan yang lalu adalah kejadian yang tak terlupakan bagiku. sebuah goresan menyayat perih di lenganku dengan balutan perban yang melingkar,kejadian itu merupakan tragedi yang sangat sulit untuk dilupakan bagiku. tragedi itu selalu menghantuiku,sebab dari peristiwa tersebut yang membuat diriku masuk rumah sakit. Namaku arif usia ku saat ini 21 tahun aku merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara, aku terlahir dari keluarga yang mapan sehingga semua keinginanku terpenuhi. saat ini aku melanjutkan studiku di pulau jawa yaitu di universitas swasta ternama di indonesia.namun saat ini aku sedang masa perawatan dirumah sakit yang disebabkan oleh sebuah peristiwa mengerikan didalam pengalaman hidupku yaitu pengalaman yang berawal dari masa liburan, aku dan teman-temanku berangkat berlibur disebuah tempat yang sangat jauh dari lokasi kami, tujuan kami adalah ketempat wisata yang terletak di luar propinsi DIY dan jateng. lebih kenalnya di daerah propinsi jawa timur bagian selatan agak ke tengah yaitu kabupaten malang. kami berangkat dengan menyewa mobil pribadi milik paman temanku. awal mula dari
Keberangkatan kami alhamdulilah lancar dengan perjalanan yang menyenangkan dan cukup lama begitu juga dengan ekspresi wajah kami yang sangat menggembirakan.singkat cerita akhirnya kami tiba di daerah yang kami tuju yaitu dikabupaten malang, tetapi belum sampai di temapat wisata yang kami tuju, namun naas belum sampainya kami di tempat wisata mobil yang kami tumpangi mogok ditengah hutan bertepatan di tengah jembatan entah itu daerah mana yang pasti kami terjebak di dalam hutan, akhirnya kami memutuskan untuk keluar mencari bantuan. waktu menunjukan pukul 04 sore "hmmm masih cukup untuk shalat ashar dan mencari bantuan" gumam ku. setelah shalat ashar aku dan teman-temanku mencari bantuan namun tetap saja hasilnya nol karena didaerah itu mulai sepi dan rawan ketika sudah menjelang hampir magrib,alhasil dari sekian lama kami mencari bantuan akhirnya kami menemukan sebuah rumah yang sangat jauh dari kota dan agak jauh juga dari lokasi mobil kami,ketika kami sudah menghampiri rumah itu dan dekat dengan pintu rumah, kami pun mulai mengetuk pintu dan menyalamnya. namun setelah kami memberi salam tak adaseorang pun yang menjawab. berkali-kali memanggil pemilik rumah pun tak ada yang menjawab dan pada akhirnya kami memaksa untuk jalan lain yaitu menerobosnya atau membukanya. tetapi apa, didalam rumah itu tidak ada seorang pun hanya saja banyak barang-barang berantakan dan berdebu. kami pun terus mencari pemilik rumah hingga ke lantai atas namun tetap saja kosong tak ada seorang pun. akan tetapi, tiba-tiba ada bunyi yang mengagetkan kami "brrraaaakkk!!!" dari pintu dasar. kami pun mulai takut dan merasa cemas dihiasi hawa mencekam mulai menyelimuti kami. akan tetapi, rasa cemas,takut dan hawa mencekam hilang seketika berkat keberanian teman kami, salah satu teman kami memberanikan diri untuk memeriksa apa yang sedang terjadi dilantai dasar sana. menjelang beberapa menit tiba-tiba kami mendengar jeritan dari salah satu teman kami. "aaaaaaaaaaa tolong aku!!!" beserta dengan suara benda tajam yang menyerang teman kami. dan akhirnya kami memutuskan untuk menuju ke arah suara teman kami. sesampainya di lantai dasar kami di kagetkan oleh beberapa makhluk aneh membawa benda tajam dan benda itu di aliri oleh darah segar teman kami, makhluk itu yang telah berhasil membunuh teman kami. aku dan teman-teman yang lain memandang wajah teman kami yang tewas dari kejauhan tetesan darah segar yang mengalir dari tubuh teman kami membuat aura dirumah itu bertambah mencekam beserta geraman dari beberapa makhluk itu. kami pun berlari untuk mencari jalan keluar namun semua pintu terkunci rapat hanya ada satu pintu yang masih terbuka namun tiba-tiba saja pintu itu tertutup dengan keras "brrraaak!!!" akhirnya kami terjebak di dalam rumah itu. aku melirik jam ku, ternyata sudah malam dini hari tak berasa di dalam rumah itu waktu seakan-akan berputar begitu cepat. tetapi waktu itu berubah seakan-akan menjadi lebih lambat dari sebelumnya
ketika kami mulai dihantui oleh makhluk itu. makhluk itu mulai menyerang kami salah satu dari teman kami ada lagi yang tewas dan tinggal kami bertiga, akhrinya kami bertiga berupaya untuk menyelamatkan diri dari makhluk itu. tiba-tiba saja makhluk aneh berbadan besar dan lidah menjulur ke luar itu menyerang kami bertiga. kami semua melawan makhluk itu akan tetapi beberapa makhluk itu berhasil membunuh teman kami. tinggal kami berdua saja yang hidup. kami pun terus mencoba melawan makhluk itu dan mencari pintu keluar dari rumah itu. pada akhirnya kami menemukan pintu keluar dan ternyata pintu itu tidak terkunci "alhamduliah, ternyata pintunya tidak terkunci" kata ku. aku pun mengajak teman ku untuk cepat-cepat keluar dari rumah itu. akan tetapi sebelum kami membuka pintu makhluk aneh itu terus mendekati kami dengan menjilat tubuh kami berdua hiiiiii.... kami berteriak "aaaaaa tolong!!!" teman ku berkata ayo cepat buka pintunya sambil mendorong ku. aku pun berusaha membuka pintu itu namun sebuah benda tajam itu menghantam lengan ku "arrrghhh", rasa perih mulai terasa di lenganku yang dialiri darah segar dari tangan ku.namun teman ku tetap saja mendorongku untuk membukanya dengan rasa perih aku pun membukanya. "arrrgh, alhamdulilah berhasil' kataku. kami pun berusaha keluar namun, makhluk itu memegang lengan temanku. sehingga aku menarik temanku juga namun, aku tak berhasil. "sudah tinggalkan aku saja" kata teman ku. dan aku pun meninggalkan temanku sendirian bersama beberapa makhluk itu dan menjerit sekencang-kencangnya, pada akhirnya suara itu menghilang. dan akhirnya aku berhasil keluar dari rumah itu dengan lengan yang dialiri penuh darah. dan pintu itu menutup secara tiba-tiba"brrraaakkk!!!". setelah itu aku berlari mencari pertolongan kepada warga pada akhirnya aku menemukan sebuah desa disana. sesampainya disana aku bertemu dengan warga desa, akan tetapi belum sempat aku menceritakan kejadian itu, akupun pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit dan mengalami pendarahan. singkat cerita akupun sadar dari pingsanku dan saat itu aku sudah berada dirumah sakit, dan telah kembali ke daerah dimana tempat aku kuliah. dan saat itu aku memandangi lenganku yang tergores benda tajam makhluk itu dan penuh perban. disaat itu pula aku bergumam inilah pengalaman terseramku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar